Beranda Daerah Abusyik dan Gerakan Literasi Alquran

Abusyik dan Gerakan Literasi Alquran

BERBAGI

Gerakan Literasi Alquran perlu digalakkan mulai dari membaca dan mengartikan, sementara menulis di akhir saja. “Yang penting bisa baca dan mengartikannya, karena ini aplikasi kehidupan, baru menulis,” kata Abusyik

Menurut Abusyik, membaca praktiknya agak mudah. Mengartikan juga tidak perlu keterlibatan jari tangan. Sementara menulis harus menggambar alfabet Arab, menyambungkan huruf, dan sebagainya yang butuh ketekunan sendiri.

Abusyik melihat, ini bukan hanya masalah yang berkaitan dengan kebisaan, tapi membangun kedekatan menjadi kecintaaan sehingga nilai Alquran bisa mewarnai kehidupan anak-anak. Ada hubungan Alquran dengan pembentukkan karakter, unsur kecerdasan dan akhlak. “Membaca Alquran harus berwudhu dulu, bersikap sopan, lama-lama akan terbentuk karakter kesalihan anak-anak,” kata Abusyik.

Hal itu, bisa dimulai dengan sehari anak-anak menghafal satu ayat plus artinya. Dengan membaca, menghafal, dan mengartikan, dapat semua. “Hafalan pendek dan sedikit-sedikit pun tidak apa-apa, yang penting hasilnya membawa dampak,” ujarnya.

Konteks ini tidak lepas dari perintah membaca dulu seperti disebut dalam Alquran surat Al Alaq. Membaca dulu, baru menulis dengan pena. Penekanan dalam Al Alaq adalah membaca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here